Ya, ya! Bisa boleh dipercaya kok kalau pemerintah sudah berbenah ihwal sekolah dan guru-gurunya. Program membenahi sekolah yang dinding-dinding atau atap kelasnya rusak memang sudah lama ada. Bahkan semua tahu juga lah kalau untuk itu disediakan dana milyaran rupiah.
Ah, tapi jangan mengelak loh, nyatanya masih selalu ada kok berita sekolah rusak dan tak layak dipakai buat kegiatan belajar mengajar. Itu tak termasuk yang dihancurkan oleh bencana alam.
Di sisi lain, rasa-rasanya pemerintah masih membiarkan rakyat semakin tidak mempercayai upaya penyelenggarakan pendidikan gratis. Bahkan dianggap bohong, dengan bukti dihadapkannya mereka terus-menerus dengan biaya sekolah yang menjadi semakin mahal. Padahal sebentar lagi para orangtua akan memasukkan kembali anak-anaknya ke sekolah baru.
Kalau terhadap rakyat seperti itu, bagaimana untuk berniat meningkatkan kesejahteraan guru, dan lain-lainnya.
Tampilkan postingan dengan label rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rakyat. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Mei 2011
Halah, Berani Melawan Perintah Pemerintah
Setiap kali saya melihat rakyat ditertibkan, herannya kok rakyat malah berani melawan pemerintah. Walau biasanya juga kalah, seperti penertiban pasar dan kaki lima, atau bangunan liar. Dan yang terakhir ini, mereka yang naik kereta api secara nekat. Ada yang tanpa membeli karcis, ada yang enjoy menduduki atap-atap gerbong.
Tapi kok sisi edukasinya ada setelah saya menyimak peristiwa aktual yang dilakukan oleh mereka itu. Saya melihatnya dari keberanian mereka melawan pemerintah. Bahwa demi sesuatu yang hanya mereka yang bisa memahami, pemerintah tidak, mereka tak kenal lagi apa itu ketertiban yang dikehendaki oleh aturan.
Fenomena ini akan berlangsung sampai kapan? Apakah yang sedang dilakukan guru-guru di ruang-ruang kelas tidak mungkin dapat dikaitkan dengan itu?
Halah, biarin saja lah mereka berani melawan pemerintah. Orang wakil-wakil mereka yang duduk di dewan perwakilan terhormat juga nggak peduli kok.
Tapi kok sisi edukasinya ada setelah saya menyimak peristiwa aktual yang dilakukan oleh mereka itu. Saya melihatnya dari keberanian mereka melawan pemerintah. Bahwa demi sesuatu yang hanya mereka yang bisa memahami, pemerintah tidak, mereka tak kenal lagi apa itu ketertiban yang dikehendaki oleh aturan.
Fenomena ini akan berlangsung sampai kapan? Apakah yang sedang dilakukan guru-guru di ruang-ruang kelas tidak mungkin dapat dikaitkan dengan itu?
Halah, biarin saja lah mereka berani melawan pemerintah. Orang wakil-wakil mereka yang duduk di dewan perwakilan terhormat juga nggak peduli kok.
Label:
Guru,
kebijakan pemerintah,
Pembelajaran,
rakyat
Langganan:
Postingan (Atom)